Kamis, 31 Mei 2012
RAGAM PUISI KONTEMPORER
Adapun puisi kontemporer bisa dibedakan menjadi beberapa ragam sebagai berikut:
1. Puisi Tanpa Kata, yaitu puisi yang sama sekali tidak menggunakan kata sebagai alat ekspresinya. Sebagai gantinya di gunakan titik-titik, garis, huruf, atau simbol-simbol lain.
2. Puisi Mini Kata, yaitu puisi kontemporer yang menggunakan kata dalam jumlah yang sangat sedikit, dilengkapi dengan symbol lain yang berupa huruf, garis, titik, atau tanda baca lain.
3. Puisi Multi Lingual, yaitu puisi kontemporer yang menggunakan kata atau kalimat dari berbagai bahasa, baik bahasa daerah maupun bahasa asing.
4. Puisi Tipografi, yaitu puisi kontemporer yang memandang bentuk atau wujud fisik puisi mampu memperkuat ekspresi puisi. Bahkan wujud fisik puisi dipandangg sebagai salahh satu unsure puisi, sebagai suatu tanda yang memiliki makna tertentu, yang tidak terlepas dari keseluruhan makna puisi.
5. Puisi Supra Kata, yaitu puisi kontemporer yang menggunakan kata-kata konvensional yang dijungkir-balikkan atau penciptaan kata-kata baru yang belum pernah ada dalam kosakata bahasa Indonesia. Puisi macam ini lebih mementingkan aspek bunyi dan ritme, sehingga merangsang timbulnya suasana magis (cenderung sebagai puisi mantra).
6. Puisi Idiom Baru. Puisi ini dibedakan dengan puisi konvensional terutama oleh penggunaan idiom-idiom baru yang terdapat didalamnya. Puisi idiom baru tetap menggunakan kata sebagai alat ekspresinya, tetapi kata tersebut dibentuk dan diungkapkan dengan cara baru, diberi nyawa baru. Digunakan idiom-idiom baru yang belum pernah dijumpai sebelumnya.
7. Puisi Mbeling. Puisi ini pada umumnya mengandung unsur humor, bercorak kelakar. Dalam puisi ini sering terdapat unsure kritik, terutama kritik sosial. Puisi mbeling tidak meng’haram’kan penggunaan suatu kata. Semua kata mempunyai hak yang sama dalam penulisan puisi ini.
Ciri-ciri Puisi Kontemporer
.
a. Puisi bergaya mantra dengan sarana kepuitisan berupa pengulangan kata, frasa, atau kalimat.
b. Gaya bahasa paralelisme dikombinasi dengan gaya bahasa hiperbola dan enumerasi dipergunakan penyair untuk memperoleh efek pengucapan maksimal.
c. Tipografi puisi dieksploitasi secara sugestif dan kata-kata nonsens dipergunakan dan diberi makna baru.
d. Kata-kata dari bahasa daerah banyak dipergunakan untuk memberi efek kedaerahan dan efek ekspresif.
e. Asosiasi bunyi banyak digunakan untuk memeroleh makna baru
f. Banyak digunakan gaya penulisan prosais
g. Banyak menggunakan kata-kata tabu
h. Banyak ditulis puisi lugu untuk mengungkapkan gagasan secara polos.
a. Puisi bergaya mantra dengan sarana kepuitisan berupa pengulangan kata, frasa, atau kalimat.
b. Gaya bahasa paralelisme dikombinasi dengan gaya bahasa hiperbola dan enumerasi dipergunakan penyair untuk memperoleh efek pengucapan maksimal.
c. Tipografi puisi dieksploitasi secara sugestif dan kata-kata nonsens dipergunakan dan diberi makna baru.
d. Kata-kata dari bahasa daerah banyak dipergunakan untuk memberi efek kedaerahan dan efek ekspresif.
e. Asosiasi bunyi banyak digunakan untuk memeroleh makna baru
f. Banyak digunakan gaya penulisan prosais
g. Banyak menggunakan kata-kata tabu
h. Banyak ditulis puisi lugu untuk mengungkapkan gagasan secara polos.
KONSEP PUISI KONTENPORER
BAB II
PUISI KONTEMPORER
2.1 PENGERTIAN PUISI
Banyak pengertian puisi telah dibuat oleh pakar sastra. Pengertian yang dibuat mereka itu biasanya berhubungan dengan etimologi puisi, struktur fisik puisi, struktur batin puisi. Dalam puisi dan metologi pengajaran, B.P Situmorang membeberkan bahwa perkataan puisi berasal dari bahasa yunani, yang juga dalam bahasa latin poeietes, mula-mula artinya pembangunan, pembentuk , pembuat. Arti yang mula-mula itu lama kelamaan semakin dipersempit jadi hasil seni sastra, yang kata-katanya disusun menurut irama, sajak dan kadang-kadang kata kiasan.
Dalam kamus istilah sastra, Panuti sudjiman menguraikan bahwa puisi adalah ragam bahasa yang teikat oleh irama, mantra dan rima serta penyusunan larik dan bait.
Dalam kamus istilah sastra, Abdul Rozak zaidah, membeberkan makna puisi, ragam sastra yang bahasanya terikat oleh rima dan tatapuitika yang lain, atau gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran dan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama dan makna khusus.
Pengertian puisi yang dibeberkan sebelumnya adalah pengertian puisi secara etimologis dan secara kamus umum dan kamus istilah. Jika diamati secara cermat kata puisi disinonimkan dengan istilah poetry. Pengertian puisi demikian adalah pengertian puisi secara tradisional. Pengertian yang demikian ini hanya berlaku untuk puisi-puisi lama atau tradisional, contohnya puisi dalam bentuk pantun.
Clive Sansom memberikan pengertian puisi sebagai bentuk pengucapan bahasa yang ritmis yang mengungkapkan pengalaman intelektual yang bersifat imajinatif dan emosional. Herbert spencer seperti dikutip oleh Clive sansom memberikan pengertian puisi merupakan bentuk pengucapan gagasan yang bersifat emosional dengan mempertimbangkan efek keindahan.
Dua pengertian puisi diatas berkaitan dengan bentuk fisik dan bentuk batin puisi. Bentuk fisik lazim disebut bahasa atau bentuk, sedangkan bentuk batin sering disebut isi atau tema Sepanjang sejarah, puisi itu mengalami perubahan disebabkan oleh selera dan konsep estetik.
2.2 PENGERTIAN PUISI KONTEMPORER
Istilah puisi kontemporer di padankan dengan istilah puisi inkonvensional, puisi masa kini, puisi mutakhir, istilah kontemporer di dalam puisi kontemporer tidak menunjuk kepada waktu walaupun di dalam kamus istilah itu berarti dewasa ini. Masa kini atau mutakhir , pengenaan atau penerapan istilah kontemporer pada puisi kontemporer lebih mengarah kepdaa kehendak menunjukkan pada kondisi kreatif seniman di dalam mengolah dan menemukan idiom-idiom baru.
Jika yang berpendapat bahwa kontemporer pada puisi kontemporer menunjukkan pada waktu dan bukan pada model puisi tertentu, maka pendapat demikian itu perlu diluruskan atau diperbaiki. Mengertikan seni kontemporer atau lebih khusus kepada puisi kontemporer dengan memakai kurun waktu misalnya dari tahun sekian sampai dengan tahun sekian, merupakan langkah atau sikap yang gegabah, tidak setiap hasil karya atau puisi misalnya tahun 1970-an berhak disebut kontemporer selama di dalamnya tidak terdapat atau tampak ciri-ciri kontemporer. Oleh karena itu, puisi kontemporer tidak menunjuk pada waktu. Didalam puisi kontemporer salah satu wajah yang penting adalah wajah eksplorasi dan sejumlah kemungkinan baru. Kemugkinan baru itu antara lain lahirnya eksperimen berupa penjungkirbalikan kata. Penciptaan kata-kata baru. Penciptaan idiom-idiom baru, percobaan semantik dan sintaksis.
Puisi kontemporer tidak hanya terikat pada tema, tetapi juga terikat pada struktur fisik puisi. Berdasarkan keberadaan puisi kontemporer ini, maka pengertiannya, puisi yang muncul pada masa kini yang bentuk dan gayanya tidak mengikuti kaidah-kaidah puisi pada umumnya, puisi yang lahir di dalam k
urun waktu tertentu yang memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan puisi lainnya.
Puisi kontemporer adalah bentuk puisi yang berusaha lari dari ikatan konvensional puisi itu sendiri. Misalnya, Sutardji mulai tidak mempercayai kekuatan kata tetapi dia mulai berpaling pada eksistensi bunyi dan kekuatannya. Danarto justru memulai kekuatan garis dalam menciptakan puisi.
PUISI KONTEMPORER
2.1 PENGERTIAN PUISI
Banyak pengertian puisi telah dibuat oleh pakar sastra. Pengertian yang dibuat mereka itu biasanya berhubungan dengan etimologi puisi, struktur fisik puisi, struktur batin puisi. Dalam puisi dan metologi pengajaran, B.P Situmorang membeberkan bahwa perkataan puisi berasal dari bahasa yunani, yang juga dalam bahasa latin poeietes, mula-mula artinya pembangunan, pembentuk , pembuat. Arti yang mula-mula itu lama kelamaan semakin dipersempit jadi hasil seni sastra, yang kata-katanya disusun menurut irama, sajak dan kadang-kadang kata kiasan.
Dalam kamus istilah sastra, Panuti sudjiman menguraikan bahwa puisi adalah ragam bahasa yang teikat oleh irama, mantra dan rima serta penyusunan larik dan bait.
Dalam kamus istilah sastra, Abdul Rozak zaidah, membeberkan makna puisi, ragam sastra yang bahasanya terikat oleh rima dan tatapuitika yang lain, atau gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran dan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama dan makna khusus.
Pengertian puisi yang dibeberkan sebelumnya adalah pengertian puisi secara etimologis dan secara kamus umum dan kamus istilah. Jika diamati secara cermat kata puisi disinonimkan dengan istilah poetry. Pengertian puisi demikian adalah pengertian puisi secara tradisional. Pengertian yang demikian ini hanya berlaku untuk puisi-puisi lama atau tradisional, contohnya puisi dalam bentuk pantun.
Clive Sansom memberikan pengertian puisi sebagai bentuk pengucapan bahasa yang ritmis yang mengungkapkan pengalaman intelektual yang bersifat imajinatif dan emosional. Herbert spencer seperti dikutip oleh Clive sansom memberikan pengertian puisi merupakan bentuk pengucapan gagasan yang bersifat emosional dengan mempertimbangkan efek keindahan.
Dua pengertian puisi diatas berkaitan dengan bentuk fisik dan bentuk batin puisi. Bentuk fisik lazim disebut bahasa atau bentuk, sedangkan bentuk batin sering disebut isi atau tema Sepanjang sejarah, puisi itu mengalami perubahan disebabkan oleh selera dan konsep estetik.
2.2 PENGERTIAN PUISI KONTEMPORER
Istilah puisi kontemporer di padankan dengan istilah puisi inkonvensional, puisi masa kini, puisi mutakhir, istilah kontemporer di dalam puisi kontemporer tidak menunjuk kepada waktu walaupun di dalam kamus istilah itu berarti dewasa ini. Masa kini atau mutakhir , pengenaan atau penerapan istilah kontemporer pada puisi kontemporer lebih mengarah kepdaa kehendak menunjukkan pada kondisi kreatif seniman di dalam mengolah dan menemukan idiom-idiom baru.
Jika yang berpendapat bahwa kontemporer pada puisi kontemporer menunjukkan pada waktu dan bukan pada model puisi tertentu, maka pendapat demikian itu perlu diluruskan atau diperbaiki. Mengertikan seni kontemporer atau lebih khusus kepada puisi kontemporer dengan memakai kurun waktu misalnya dari tahun sekian sampai dengan tahun sekian, merupakan langkah atau sikap yang gegabah, tidak setiap hasil karya atau puisi misalnya tahun 1970-an berhak disebut kontemporer selama di dalamnya tidak terdapat atau tampak ciri-ciri kontemporer. Oleh karena itu, puisi kontemporer tidak menunjuk pada waktu. Didalam puisi kontemporer salah satu wajah yang penting adalah wajah eksplorasi dan sejumlah kemungkinan baru. Kemugkinan baru itu antara lain lahirnya eksperimen berupa penjungkirbalikan kata. Penciptaan kata-kata baru. Penciptaan idiom-idiom baru, percobaan semantik dan sintaksis.
Puisi kontemporer tidak hanya terikat pada tema, tetapi juga terikat pada struktur fisik puisi. Berdasarkan keberadaan puisi kontemporer ini, maka pengertiannya, puisi yang muncul pada masa kini yang bentuk dan gayanya tidak mengikuti kaidah-kaidah puisi pada umumnya, puisi yang lahir di dalam k
urun waktu tertentu yang memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan puisi lainnya.
Puisi kontemporer adalah bentuk puisi yang berusaha lari dari ikatan konvensional puisi itu sendiri. Misalnya, Sutardji mulai tidak mempercayai kekuatan kata tetapi dia mulai berpaling pada eksistensi bunyi dan kekuatannya. Danarto justru memulai kekuatan garis dalam menciptakan puisi.
CONTOH MAKALAH PUISI KONTENPORER
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Sastra Indonesia Kontemporer di dalam kamus bahasa inggris diistilahkan sebagai Contemporery Indonesia Literature. Istilah sastra kontemporer di dalam bahasa Inggris diistilahkan sebagai Contemporery Literature.
Sastra Indonesia Kontemporer itu diartikan sebagai sastra yang hidup di Indonesia pada masa mutakhir atau sastra yang hidup di Indonesia pada masa kini,, atau sastra yang hidup di Indonesia pada masa mutakhir atau sastra yang hidup di Indonesia pada zaman yang sama.
Pengertian sastra Indonesia Kontemporer itu bemakna sangat relatif. Kerelatifan makna sastra kontemporer itu disebabkan oleh sejarah sastra Indonesia yang belum panjang. Disamping itu, pada pengertian sastra yang benar-benar mutakhir dalam arti hari ini hidup dan esok akan mati, ada pula sastra yang sekarang hidup dan tak sanggup terus bernafas entah sampai kapan. Pengertian mutakhir tidak mungkin semata dibatasi oleh waktu khusus untuk sastra yang benar-benar hebat. Meskipun demukian sedikit banyak sastra mutakhir merupakan ancang-ancang bagi sastra masa depan
( Budi Darma, 1990: 132).
1.2 TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulisan makalah ini
1. Untuk mencari pengertian puisi kontemporer ?
2. Untuk mencari tema dan ciri-ciri puisi kontemporer ?
3. Untuk mencari pengertian puisi indonesia kontemporer ?
4. Untuk mencari ragam puisi kontemporer ?
5. Untuk mengetahui bagaimana munculnya puisi indonesia kontemporer di dalam khazanah kesusastraan indonesia ?
6. Untuk mengetahui siapa saja tokoh-tokoh puisi kontemporer ?
7. Untuk mengetahui contoh puisi-puisi kontemporer ?
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Sastra Indonesia Kontemporer di dalam kamus bahasa inggris diistilahkan sebagai Contemporery Indonesia Literature. Istilah sastra kontemporer di dalam bahasa Inggris diistilahkan sebagai Contemporery Literature.
Sastra Indonesia Kontemporer itu diartikan sebagai sastra yang hidup di Indonesia pada masa mutakhir atau sastra yang hidup di Indonesia pada masa kini,, atau sastra yang hidup di Indonesia pada masa mutakhir atau sastra yang hidup di Indonesia pada zaman yang sama.
Pengertian sastra Indonesia Kontemporer itu bemakna sangat relatif. Kerelatifan makna sastra kontemporer itu disebabkan oleh sejarah sastra Indonesia yang belum panjang. Disamping itu, pada pengertian sastra yang benar-benar mutakhir dalam arti hari ini hidup dan esok akan mati, ada pula sastra yang sekarang hidup dan tak sanggup terus bernafas entah sampai kapan. Pengertian mutakhir tidak mungkin semata dibatasi oleh waktu khusus untuk sastra yang benar-benar hebat. Meskipun demukian sedikit banyak sastra mutakhir merupakan ancang-ancang bagi sastra masa depan
( Budi Darma, 1990: 132).
1.2 TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulisan makalah ini
1. Untuk mencari pengertian puisi kontemporer ?
2. Untuk mencari tema dan ciri-ciri puisi kontemporer ?
3. Untuk mencari pengertian puisi indonesia kontemporer ?
4. Untuk mencari ragam puisi kontemporer ?
5. Untuk mengetahui bagaimana munculnya puisi indonesia kontemporer di dalam khazanah kesusastraan indonesia ?
6. Untuk mengetahui siapa saja tokoh-tokoh puisi kontemporer ?
7. Untuk mengetahui contoh puisi-puisi kontemporer ?
MEMAHAMI MAKNA PUISI KONTENPORERE
2. Memahami isi dan maksud puisi kontemporer
Perhatikanlah contoh-contoh sajak Sutardji Calzoum Bachri berikut ini !
SOLITUDE
yang paling mawar
yang paling duri
yang paling sayap
yang paling bumi
yang paling pisau
yang paling risau
yang paling nancap
yang paling dekap
samping yang paling
Kau ! ( 1981:37 )
“ yang paling mawar “, artinya yang paling mempunyai sifat-sifat seperti mawar, yaitu biasanya warnanya merah cemerlang, menarik, indah dan harum . Jadi kesunyian ( solitude ) itu mempunyai sifat yang paling menarik , indah, serta harum . “yang paling duri” artinya paling menusuk, menyakitkan, menghalangi, seperti duri. ”yang paling dekap” ialah yang paling mesra seperti orang mendekap. Begitulah kesunyian itu. Dan di samping sifat yang paling itu adalah “Kau“ yaitu Tuhan . Jadi, bila orang dalam keadaan yang paling itu, orang akan teringat atau melihat “ Tuhan “ .
perhatikan contoh lain sajak Sutarji Calzoum Bachri
TRAGEDI WINKA & SIHKA
kawin
kawin
kawin
kawin
kawin
ka
win
ka
win
ka
win
ka
win
ka
winka
winka
winka
shika
sihka
sihka
sih
ka
sih
ka
sih
ka
sih
ka
sih
ka
sih
sih
sih
sih
sih
sih
ka
Ku
( h. 18 )
Sajak tersebut hanya terdiri dua kata “kawin dan kasih” yang dipotong-potong menjadi suku kata-suku kata, juga dibalik menjadi “winka dan sihka” . Pada awalnya kata kawin masih penuh, artinya masih penuh kawin memberi konotasi begitu indahnya perkawinan. Orang yang hendak kawin mesti berangan-angan yang indah bahwa sesudah kawin akan hidup berbahagia, ada suami atau istri dan kemudian akan ada anak, hidup akan bahagia denga kasih saying anak, istri-suami. Tetapi, melalui perjalanan waktu kata kawin terpotong menjadi ka dan win, artinya tidak penuh lagi. Angan-angan perkawinan semula terpotong-potong, ternyata kenyataan setelah kawin berubah. Dalam perkawinan orang harus memberi nafkah, ada kewajiban-kewajiban. Ada anak yang harus dibiayai, bahkan sering terjadi pertengkaran suami-istri, harus membiayai makan, pakaian dan sekolah anak-anak . Ternyata perkawinan itu tidak seperti diharapkan yang penuh dengan kebahagiaan, segala berjalan lancar, tetapi penuh kesukaran. Terbalik artinya kawin jadi winka, kasih pun terpotong-potong menjadi ka dan sih yang kehilangan artinya menjadi : sih-sih-sih-sih-sih saja, bahkan istri atau suami menyeleweng terjadilah perceraian. Nah, terjadilah tragedi winka dan sihka, kembalikan dari angan-angan kawin dan kasih, yang pada mulanya diangankan akan penuh kebahagiaan
Perhatikanlah contoh-contoh sajak Sutardji Calzoum Bachri berikut ini !
SOLITUDE
yang paling mawar
yang paling duri
yang paling sayap
yang paling bumi
yang paling pisau
yang paling risau
yang paling nancap
yang paling dekap
samping yang paling
Kau ! ( 1981:37 )
“ yang paling mawar “, artinya yang paling mempunyai sifat-sifat seperti mawar, yaitu biasanya warnanya merah cemerlang, menarik, indah dan harum . Jadi kesunyian ( solitude ) itu mempunyai sifat yang paling menarik , indah, serta harum . “yang paling duri” artinya paling menusuk, menyakitkan, menghalangi, seperti duri. ”yang paling dekap” ialah yang paling mesra seperti orang mendekap. Begitulah kesunyian itu. Dan di samping sifat yang paling itu adalah “Kau“ yaitu Tuhan . Jadi, bila orang dalam keadaan yang paling itu, orang akan teringat atau melihat “ Tuhan “ .
perhatikan contoh lain sajak Sutarji Calzoum Bachri
TRAGEDI WINKA & SIHKA
kawin
kawin
kawin
kawin
kawin
ka
win
ka
win
ka
win
ka
win
ka
winka
winka
winka
shika
sihka
sihka
sih
ka
sih
ka
sih
ka
sih
ka
sih
ka
sih
sih
sih
sih
sih
sih
ka
Ku
( h. 18 )
Sajak tersebut hanya terdiri dua kata “kawin dan kasih” yang dipotong-potong menjadi suku kata-suku kata, juga dibalik menjadi “winka dan sihka” . Pada awalnya kata kawin masih penuh, artinya masih penuh kawin memberi konotasi begitu indahnya perkawinan. Orang yang hendak kawin mesti berangan-angan yang indah bahwa sesudah kawin akan hidup berbahagia, ada suami atau istri dan kemudian akan ada anak, hidup akan bahagia denga kasih saying anak, istri-suami. Tetapi, melalui perjalanan waktu kata kawin terpotong menjadi ka dan win, artinya tidak penuh lagi. Angan-angan perkawinan semula terpotong-potong, ternyata kenyataan setelah kawin berubah. Dalam perkawinan orang harus memberi nafkah, ada kewajiban-kewajiban. Ada anak yang harus dibiayai, bahkan sering terjadi pertengkaran suami-istri, harus membiayai makan, pakaian dan sekolah anak-anak . Ternyata perkawinan itu tidak seperti diharapkan yang penuh dengan kebahagiaan, segala berjalan lancar, tetapi penuh kesukaran. Terbalik artinya kawin jadi winka, kasih pun terpotong-potong menjadi ka dan sih yang kehilangan artinya menjadi : sih-sih-sih-sih-sih saja, bahkan istri atau suami menyeleweng terjadilah perceraian. Nah, terjadilah tragedi winka dan sihka, kembalikan dari angan-angan kawin dan kasih, yang pada mulanya diangankan akan penuh kebahagiaan
TEMA PUISI KONTENPORER
1. Mengidentifikasi tema puisi kontemporer
Perhatikan beberapa puisi Sapardi Djoko Darmono yang termuat dalam buku Duka-\Mu Abadi berikut !
(a) SAAT SEBELUM BERANGKAT
mengapa kita masih bercakap
hari hamper gelap
Menyekap beribu kata di antara karangan bunga
Di ruang semakin maya, dunia purnama
Sampai tak ada yang sempat bertanya
Mengapa musim tiba-tiba reda
Kita di mana . Waktu seorang tertahan di sini
Di kuar pengiring jenazah menanti
(b) BERJALAN DI BELAKANG JENAZAH
berjalan dibelakang jenazah angina pun reda
jam mengerdip
tak terduga betapa lekas
siang menepi, melapangkan jalan dunia
di samping pohon demi pohon menundukkan kepala
jam mengambang di antaranya
tak terduga begitu kosong waktu menghirupnya
(c) SEHABIS MENGANTAR JENAZAH
masih adakah yang akan kautanyakan
tentang hal itu ! Hujan pun selesai
sewaktu tertimbun sebuah dunia yang tak habis bercakap
di bawah bunga-bunga mawar, musim yang senja
pulanglah dengan payung di tangan , tertutup
anak-anak kembali bermain di jalan basah
seperti dalam mimpi kuda-kuda meringkik di bukit-bukit jauh
barangkali kita tak perlu tahu dalam tanda tanya
masih adakah ? alangkah angkuhnya langit
alangkah angkuhnya pintu yang akan menerima kita
seluruhnya,, seluruhnya kecuali kenangan
pada sebuah gua yang menjadi sepi tiba-tiba
Dalam tiga puisi Sapadi Joko Damono yang terdapat dalam buku kumpulan puisi Dukamu Mu Abadi terdapat pertautan tema yang membicarakan tentang maut . Sapardi Joko Damono telah membangkitkan kesadaran pembaca akan kematian dan selubung rahasia akan kematian itu sendiri.
Perhatikan beberapa puisi Sapardi Djoko Darmono yang termuat dalam buku Duka-\Mu Abadi berikut !
(a) SAAT SEBELUM BERANGKAT
mengapa kita masih bercakap
hari hamper gelap
Menyekap beribu kata di antara karangan bunga
Di ruang semakin maya, dunia purnama
Sampai tak ada yang sempat bertanya
Mengapa musim tiba-tiba reda
Kita di mana . Waktu seorang tertahan di sini
Di kuar pengiring jenazah menanti
(b) BERJALAN DI BELAKANG JENAZAH
berjalan dibelakang jenazah angina pun reda
jam mengerdip
tak terduga betapa lekas
siang menepi, melapangkan jalan dunia
di samping pohon demi pohon menundukkan kepala
jam mengambang di antaranya
tak terduga begitu kosong waktu menghirupnya
(c) SEHABIS MENGANTAR JENAZAH
masih adakah yang akan kautanyakan
tentang hal itu ! Hujan pun selesai
sewaktu tertimbun sebuah dunia yang tak habis bercakap
di bawah bunga-bunga mawar, musim yang senja
pulanglah dengan payung di tangan , tertutup
anak-anak kembali bermain di jalan basah
seperti dalam mimpi kuda-kuda meringkik di bukit-bukit jauh
barangkali kita tak perlu tahu dalam tanda tanya
masih adakah ? alangkah angkuhnya langit
alangkah angkuhnya pintu yang akan menerima kita
seluruhnya,, seluruhnya kecuali kenangan
pada sebuah gua yang menjadi sepi tiba-tiba
Dalam tiga puisi Sapadi Joko Damono yang terdapat dalam buku kumpulan puisi Dukamu Mu Abadi terdapat pertautan tema yang membicarakan tentang maut . Sapardi Joko Damono telah membangkitkan kesadaran pembaca akan kematian dan selubung rahasia akan kematian itu sendiri.
JENIS PUISI KONTENPORER
Puisi kontemporer dapat dibedakan menjadi :
1.Puisi Mbeling
Puisi ini memakai ungkapan yang blak-blakan, sederhana, tanpa menghiraukan diksi konvensional ataupun bunga-bunga bahasa. Biasanya mrngungkapkan kritik pada kehidupan masyarakat, tetapi dengan cara yang lucu dan tak brusaha terlampau berat.
2. Puisi tipografi
Puisi tipografi adalah puisi yang lebih mementingkan gambaran visual dari puisi tersebut. Dalam puisi tipografi seorang penyair berusaha mengekspresikan gejolak hatinya dengan lebih m enonjolkan lukisan bentuk dari puisinya di samping melalui kata-kata tentunya.
3. Puisi Yang menentang idiom-idiom
Puisi –puisi semacam ini akan bersifat konvensional. Dengan menentang idiom konvensional maka puisi tersebut tidak lagi menghiraukan hubungan makna setiap kata, bahkan sering terjadi menjungkir balikkan hubungan makna tersebut.
4. Puisi yang membalik-balikkan struktur kata
Puisi ini mterliha mempermainkan suku-suku kata . Sampai-sampai kata-kata itu menjadi tidak bermakna .Tetapi hal itu tidak lantas menghilangkan makna totalitas puisi tersebut . Bahkan terasa menjadi sangat konkret. Dengan deretan kata yang dibolak-balikan susunan suku katanya bila diteriakkan keras-keras seperti teriakan nelayan di zaman bahari dulu . Bunyi-bunyi yang muncul dari kata-kata tak bermakna itu mengangkat imajinasi kita untuk membayangkan situasi pada masa bahari dulu, di mana nenek moyang kita sangat akrab dengan lautan.
5. Puisi yang lebih mengutamakan unsure bunyi
Puisi ini mengingatkan kita pada bentuk puisi mantra pada zaman sastra purba. Puisi mantar pun amat menonjolkan kekuatan bunyi. Bahkan menurut hemat nenek moyang kita dulu semakin kuat bunyi dalam mantara semakin tinggi nilai magis yang terkandung dalam mantra tersebut. Dan ternyata dalam perkembangan sastra Indonesia moderen,ada kencenderungan kembali pada bentuk mantra. Penyair garda depan yang memproklamasikan bentuk mantra ini adalan Sutardji dan ibrahim Sattah.
6. Puisi yang mengkombinasikan bentuk bahasa Indonesia dengan bahasa asing atau bahasa daerah
Puisi ini menggunakan berbagai bahasa dalam mengungkapkan aspa yang dimaksudkannya. Tentu saja hal ini mempersulit pemahaman pembaca yang tidak mengerti dan menguasai bahasa asing maupun bahasa daerah.
1.Puisi Mbeling
Puisi ini memakai ungkapan yang blak-blakan, sederhana, tanpa menghiraukan diksi konvensional ataupun bunga-bunga bahasa. Biasanya mrngungkapkan kritik pada kehidupan masyarakat, tetapi dengan cara yang lucu dan tak brusaha terlampau berat.
2. Puisi tipografi
Puisi tipografi adalah puisi yang lebih mementingkan gambaran visual dari puisi tersebut. Dalam puisi tipografi seorang penyair berusaha mengekspresikan gejolak hatinya dengan lebih m enonjolkan lukisan bentuk dari puisinya di samping melalui kata-kata tentunya.
3. Puisi Yang menentang idiom-idiom
Puisi –puisi semacam ini akan bersifat konvensional. Dengan menentang idiom konvensional maka puisi tersebut tidak lagi menghiraukan hubungan makna setiap kata, bahkan sering terjadi menjungkir balikkan hubungan makna tersebut.
4. Puisi yang membalik-balikkan struktur kata
Puisi ini mterliha mempermainkan suku-suku kata . Sampai-sampai kata-kata itu menjadi tidak bermakna .Tetapi hal itu tidak lantas menghilangkan makna totalitas puisi tersebut . Bahkan terasa menjadi sangat konkret. Dengan deretan kata yang dibolak-balikan susunan suku katanya bila diteriakkan keras-keras seperti teriakan nelayan di zaman bahari dulu . Bunyi-bunyi yang muncul dari kata-kata tak bermakna itu mengangkat imajinasi kita untuk membayangkan situasi pada masa bahari dulu, di mana nenek moyang kita sangat akrab dengan lautan.
5. Puisi yang lebih mengutamakan unsure bunyi
Puisi ini mengingatkan kita pada bentuk puisi mantra pada zaman sastra purba. Puisi mantar pun amat menonjolkan kekuatan bunyi. Bahkan menurut hemat nenek moyang kita dulu semakin kuat bunyi dalam mantara semakin tinggi nilai magis yang terkandung dalam mantra tersebut. Dan ternyata dalam perkembangan sastra Indonesia moderen,ada kencenderungan kembali pada bentuk mantra. Penyair garda depan yang memproklamasikan bentuk mantra ini adalan Sutardji dan ibrahim Sattah.
6. Puisi yang mengkombinasikan bentuk bahasa Indonesia dengan bahasa asing atau bahasa daerah
Puisi ini menggunakan berbagai bahasa dalam mengungkapkan aspa yang dimaksudkannya. Tentu saja hal ini mempersulit pemahaman pembaca yang tidak mengerti dan menguasai bahasa asing maupun bahasa daerah.
PUISI KONTERPORER
Puisi Kontemporer Di Indonesia
Dunia senantiasa berkembang, berubah dari waktu ke waktu. Hidup pun demikinan . Sastra yang merupakan salah satu blantik perekaman kehidupan selalu mencari bentuk yang lebih baru . Hal ini pun sejalan dengan sifat seniman yang selalu ingin menciptakan sesuatu yang baru, yang berbeda dengan sesuatu yang telah ada sebelumnya.
Puisi sebagai bagian dari sastra juga mengalami perkembangan, dari segi bentuk dan nafasnya. Dalam zaman sastra lama Indonesia kita mengenal bentuk-bentuk seperti mantra, bidal,pantun, syair yang kemudian munzsssssssssssscul bentuk-bentuk puisi baru pada tahun 1930-an m misalnya saja sonata,kwatren,terzina,stanza,dan sebagainya. Pada tahun 1045 an dengan khairir anwar sebagai penyair garda depan saat itu memproklamasikan bentuk puisi yang lebih baru yang sering kita kenal dengan bentuk puisi bebas. Lalu pada tahun 1973 kita dikagetkan dengan munculnya puisi-puisi dengan bentuknya yang aneh dan ganjil menurut ukuran Indonesia. Puisi Kontemporer adalah bentuk puisi yang berusaha lari dari ikatan konvensional puisi iti sendiri. Misalnya saja Sutardji mulai tidak mempercayaik Kekuatan kata tetapi dia mulai berpaling pada Eksistensi bunyi dan kekuatannya. Danarto justru memulai dengan kekuatan garis dalam menciptakan puisi. Puisi kontemporer memang cenderung berbentuk aneh dan ganjil. Di samping Sutardji dan Danarto, juga Sapardi Djoko Damono, penyair lain mencanangkan bentuk puisi ganjil adalah : Ibrahim Sattah, Hamid Jabar, Husni Jamaluddin, Noorca Marendra, dan sebagainya.
Lebih jauh boleh dikatakan bahwa puisi kontemporer seringkali memakai kata-kata yang kurang memperhatikan santun bahasa,memakai kata-kata makian kasar,ejekan,dan lain-lain. Pemakaian kata-kata simbolik atau lambing intuisi,gaya bahasa, irama, dan sebagainya dianggapnya tidak begitu penting lagi.
Dunia senantiasa berkembang, berubah dari waktu ke waktu. Hidup pun demikinan . Sastra yang merupakan salah satu blantik perekaman kehidupan selalu mencari bentuk yang lebih baru . Hal ini pun sejalan dengan sifat seniman yang selalu ingin menciptakan sesuatu yang baru, yang berbeda dengan sesuatu yang telah ada sebelumnya.
Puisi sebagai bagian dari sastra juga mengalami perkembangan, dari segi bentuk dan nafasnya. Dalam zaman sastra lama Indonesia kita mengenal bentuk-bentuk seperti mantra, bidal,pantun, syair yang kemudian munzsssssssssssscul bentuk-bentuk puisi baru pada tahun 1930-an m misalnya saja sonata,kwatren,terzina,stanza,dan sebagainya. Pada tahun 1045 an dengan khairir anwar sebagai penyair garda depan saat itu memproklamasikan bentuk puisi yang lebih baru yang sering kita kenal dengan bentuk puisi bebas. Lalu pada tahun 1973 kita dikagetkan dengan munculnya puisi-puisi dengan bentuknya yang aneh dan ganjil menurut ukuran Indonesia. Puisi Kontemporer adalah bentuk puisi yang berusaha lari dari ikatan konvensional puisi iti sendiri. Misalnya saja Sutardji mulai tidak mempercayaik Kekuatan kata tetapi dia mulai berpaling pada Eksistensi bunyi dan kekuatannya. Danarto justru memulai dengan kekuatan garis dalam menciptakan puisi. Puisi kontemporer memang cenderung berbentuk aneh dan ganjil. Di samping Sutardji dan Danarto, juga Sapardi Djoko Damono, penyair lain mencanangkan bentuk puisi ganjil adalah : Ibrahim Sattah, Hamid Jabar, Husni Jamaluddin, Noorca Marendra, dan sebagainya.
Lebih jauh boleh dikatakan bahwa puisi kontemporer seringkali memakai kata-kata yang kurang memperhatikan santun bahasa,memakai kata-kata makian kasar,ejekan,dan lain-lain. Pemakaian kata-kata simbolik atau lambing intuisi,gaya bahasa, irama, dan sebagainya dianggapnya tidak begitu penting lagi.
CONTOH DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qattan, Manna Khalil. 2001. Studi ilmu-ilmu Qur’an. Jakarta:
Litera Antar NusaAsh-Shabuni, Muhammad Ali. 2001. Para Nabi dalam Al -Qur'an. Yogyakarta:
Tiara Wacana Yogya Ath-Thahir, Hamid Ahmad. 2006. Kisah-kisah dalam Al -Qur an untuk Anak .Bandung:
Irsyad Baitus SalamAsh-Shiddieqy, Muhammad Hasbi. 1972. Media Pokok dalam Penafsiran Al -Qur an. Jakarta:
Bulan Bintang Hatta, Ahmad. 2009. Taf sir Quran per kata. Jakarta: MaghfirahShihab, Quraish. 1998.
Mukjizat Al Quran Bandung: MizanHttp://indiaoneh.co.cc/1_6_kisah_dalam_Al-Quran.html.Http:/harmoni-my.org/arkib/kisah nabi/mengapa kisah kisah AlQu.htmran
Al-Qattan, Manna Khalil. 2001. Studi ilmu-ilmu Qur’an. Jakarta:
Litera Antar NusaAsh-Shabuni, Muhammad Ali. 2001. Para Nabi dalam Al -Qur'an. Yogyakarta:
Tiara Wacana Yogya Ath-Thahir, Hamid Ahmad. 2006. Kisah-kisah dalam Al -Qur an untuk Anak .Bandung:
Irsyad Baitus SalamAsh-Shiddieqy, Muhammad Hasbi. 1972. Media Pokok dalam Penafsiran Al -Qur an. Jakarta:
Bulan Bintang Hatta, Ahmad. 2009. Taf sir Quran per kata. Jakarta: MaghfirahShihab, Quraish. 1998.
Mukjizat Al Quran Bandung: MizanHttp://indiaoneh.co.cc/1_6_kisah_dalam_Al-Quran.html.Http:/harmoni-my.org/arkib/kisah nabi/mengapa kisah kisah AlQu.htmran
MAKALAH 5
BAB.III. PENUTUP
Kesimpulan
1. Pengertian Qashashul Al-Qur’an,
Qashashul Al-Qur’an ialah kisah-kisah dalam Al-Qur’an yang menceritakan hal ihwal umat-umat dahulu dan nabi-nabi mereka serta peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang
2. Macam-macam kisah Al-Qur’an:
a. kisah para nabi;
b. peristiwa masa umat yang dahulu;
c. kisah yang terjadi pada masa rasul dan nabi.
3. Karakteristik kisah dalam Al-Qur’an;
a. Ketinggian balaghah Al-Quran;
b. Kehebatan mukjizat Al-Quran;
c. Mengundang perhatian besar terhadap kisah-kisah Al-Quran.
4. Tujuan kisah-kisah Al-Qur’an:
a. Menjelaskan asas-asas dakwah menuju Allah;
b. Meneguhkan hati Rasulullah;
c. Memebenarkan para nabi terdahulu;
d. Membuktikan kewahyuan Al-Quran;
5. Relevansi Kisah dengan Sejarah
Saran
Dengan adanya pengisahan tersebut di atas, pemakalah mengharapkan bisa mengambil ibrah untuk memperbaiki akhlak dan akidah kita yang telah rusak diera globalisasi ini
Kesimpulan
1. Pengertian Qashashul Al-Qur’an,
Qashashul Al-Qur’an ialah kisah-kisah dalam Al-Qur’an yang menceritakan hal ihwal umat-umat dahulu dan nabi-nabi mereka serta peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang
2. Macam-macam kisah Al-Qur’an:
a. kisah para nabi;
b. peristiwa masa umat yang dahulu;
c. kisah yang terjadi pada masa rasul dan nabi.
3. Karakteristik kisah dalam Al-Qur’an;
a. Ketinggian balaghah Al-Quran;
b. Kehebatan mukjizat Al-Quran;
c. Mengundang perhatian besar terhadap kisah-kisah Al-Quran.
4. Tujuan kisah-kisah Al-Qur’an:
a. Menjelaskan asas-asas dakwah menuju Allah;
b. Meneguhkan hati Rasulullah;
c. Memebenarkan para nabi terdahulu;
d. Membuktikan kewahyuan Al-Quran;
5. Relevansi Kisah dengan Sejarah
Saran
Dengan adanya pengisahan tersebut di atas, pemakalah mengharapkan bisa mengambil ibrah untuk memperbaiki akhlak dan akidah kita yang telah rusak diera globalisasi ini
MAKALAH 4
3. Dilihat dari jenisnya
Dilihat dari jenisnya Kisah-kisah dalam al-Quran di bagi menjadi tiga macam,yaitu:
a. Kisah Sejarah (al-qishash al-tarikhiyyah), berkisar tentang kisah-kisah sejarah, seperti para nabi dan rasul.
b. Kisah sejarah/ perumpamaan (al-qishash al-tamtlisiyah), untuk menerangkan atau memperjelas suatu pengertian, bahwa peristiwa itu tidak benar terjadi tetapi hanya perkiraan.
c. Kisah asatir, kisah ini untuk mewujudkan tujuan-tujuan ilmiah atau menafsirkan, fenomena yang ada atau menguraikan masalah yang sulit diterima akal.
Kisah-kisah al-Qur’an pada umumnya mengandung tiga unsur yaitu:
1) Pelaku (al-sakhsiyyat), kisah-kisah yang terdapat dalam Al-Qur’an tidaklah hanya manusia. Dalam Q.S An-Naml (27): 23, tetapi juga ada malaikat, dalam Q.S Hud (11): 69-83, Jin dalam Q.S Saba’ (34):12, dan binatang (burung, semut, dll), dalam Q.S An-Naml (27): 18-19.
2) Peristiwa (ahdats), hal ini terbagi menjadi: peristiwa yang berkelanjutan, peristiwa yang dianggap luar biasa dalam Q.S Al-Mai’dah (5): 110-115, dan peristiwa yang dianggap biasa dalam Q.S Al-Mai’dah (5):116-118.
3) Dialog (alhiwar), dalam QS Al-A’raf (7):11-25, Taha (20): 9-99
Contoh kisah Dzulkarnain
Dzulkarnain adalah seorang laki-laki yang dilahirkan pada zaman dahulu kala, ia masuk Islam melalui nabi Ibrahim dan berthawaf mengelilingi Ka’bah bersamanya,sehingga akhirnya ia kembali ke negerinya. Dzulkarnain menyiapkan pasukan untuk menyeru manusia kepada Allah, yang langsung dipimpinnya. Beliau telah mempelajari seluruh bahasa penduduk bumi,sehingga ia dapat bercakap-cakap dengan semua bangsa melalui bahasa masing-masing. Ia juga mengetahui semua rute perjalanan, dan itu diketahuinya berkat hidayah Allah yang diberikan kepadanya. Dzulkarnain sampai di belahan barat bumi, tempat matahari terbenam. Ia kemudian melihat matahari itu seolah-olah terbenam di mata air berlumpur (ainulhami’ah), ia melihatnya tenggelam dalam tanah yang hitam. Matahari itu kemudian tenggelam di Uqyanus.
Allah memberikan pilihan kepada Dzulkarnain antara menyiksa penduduk tanah itu atau berlaku adil kepada mereka , sebab mereka orang-orang yang kafir. Hingga dia telah sampai di tempat matahari terbenam, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan disana ditemukannya suatu kaum(tidak beragama). Kami berfirman: Wahai Dzulkarnain! Engkau boleh menghukum atau berbuat kebaikan (mengajak beriman) kepada mereka.´ ( Q.S Al-Kahfi: 86). Dua belas tahun lamanya perjalanan ini, sehingga Dzulkarnain sampai di tempat terbit matahari (sebelah timur) didapatinya (matahari) bersinar diatas suatu kaum yang tidak kami buatkan suatu perlindungan bagi mereka dari (cahaya matahari) itu. (Q.S Al-Kahfi: 90). Kemudian mereka menempuh perjalanan lagi sampai mereka bertemu dengan makhluk Alah yang bernama Ya’juj ma’jud. Mereka mempunyai bentuk, ukuran dan fisik yang membuat manusia terkejut dan heran bila melihatnya. Mereka adalahorang-orang kafir yang tidak beriman kepada Allah, suka merampok, dan malas bekerja serta suka menganggu dan merugikan manusia yang ada di dekatnya. Dzulkarnain meminta pertolongan kepada Allah, kemudian meminta pertolongan kepada manusia dan mulailah mereka membangun dinding diantara kedua gunung tersebut dengan sangat kokoh dan kuat, sehingga tidak akan ada seorang pun yang dapat menghancurkannya, bahkan ya’juj ma’jud sekalipun.
Dilihat dari jenisnya Kisah-kisah dalam al-Quran di bagi menjadi tiga macam,yaitu:
a. Kisah Sejarah (al-qishash al-tarikhiyyah), berkisar tentang kisah-kisah sejarah, seperti para nabi dan rasul.
b. Kisah sejarah/ perumpamaan (al-qishash al-tamtlisiyah), untuk menerangkan atau memperjelas suatu pengertian, bahwa peristiwa itu tidak benar terjadi tetapi hanya perkiraan.
c. Kisah asatir, kisah ini untuk mewujudkan tujuan-tujuan ilmiah atau menafsirkan, fenomena yang ada atau menguraikan masalah yang sulit diterima akal.
Kisah-kisah al-Qur’an pada umumnya mengandung tiga unsur yaitu:
1) Pelaku (al-sakhsiyyat), kisah-kisah yang terdapat dalam Al-Qur’an tidaklah hanya manusia. Dalam Q.S An-Naml (27): 23, tetapi juga ada malaikat, dalam Q.S Hud (11): 69-83, Jin dalam Q.S Saba’ (34):12, dan binatang (burung, semut, dll), dalam Q.S An-Naml (27): 18-19.
2) Peristiwa (ahdats), hal ini terbagi menjadi: peristiwa yang berkelanjutan, peristiwa yang dianggap luar biasa dalam Q.S Al-Mai’dah (5): 110-115, dan peristiwa yang dianggap biasa dalam Q.S Al-Mai’dah (5):116-118.
3) Dialog (alhiwar), dalam QS Al-A’raf (7):11-25, Taha (20): 9-99
Contoh kisah Dzulkarnain
Dzulkarnain adalah seorang laki-laki yang dilahirkan pada zaman dahulu kala, ia masuk Islam melalui nabi Ibrahim dan berthawaf mengelilingi Ka’bah bersamanya,sehingga akhirnya ia kembali ke negerinya. Dzulkarnain menyiapkan pasukan untuk menyeru manusia kepada Allah, yang langsung dipimpinnya. Beliau telah mempelajari seluruh bahasa penduduk bumi,sehingga ia dapat bercakap-cakap dengan semua bangsa melalui bahasa masing-masing. Ia juga mengetahui semua rute perjalanan, dan itu diketahuinya berkat hidayah Allah yang diberikan kepadanya. Dzulkarnain sampai di belahan barat bumi, tempat matahari terbenam. Ia kemudian melihat matahari itu seolah-olah terbenam di mata air berlumpur (ainulhami’ah), ia melihatnya tenggelam dalam tanah yang hitam. Matahari itu kemudian tenggelam di Uqyanus.
Allah memberikan pilihan kepada Dzulkarnain antara menyiksa penduduk tanah itu atau berlaku adil kepada mereka , sebab mereka orang-orang yang kafir. Hingga dia telah sampai di tempat matahari terbenam, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan disana ditemukannya suatu kaum(tidak beragama). Kami berfirman: Wahai Dzulkarnain! Engkau boleh menghukum atau berbuat kebaikan (mengajak beriman) kepada mereka.´ ( Q.S Al-Kahfi: 86). Dua belas tahun lamanya perjalanan ini, sehingga Dzulkarnain sampai di tempat terbit matahari (sebelah timur) didapatinya (matahari) bersinar diatas suatu kaum yang tidak kami buatkan suatu perlindungan bagi mereka dari (cahaya matahari) itu. (Q.S Al-Kahfi: 90). Kemudian mereka menempuh perjalanan lagi sampai mereka bertemu dengan makhluk Alah yang bernama Ya’juj ma’jud. Mereka mempunyai bentuk, ukuran dan fisik yang membuat manusia terkejut dan heran bila melihatnya. Mereka adalahorang-orang kafir yang tidak beriman kepada Allah, suka merampok, dan malas bekerja serta suka menganggu dan merugikan manusia yang ada di dekatnya. Dzulkarnain meminta pertolongan kepada Allah, kemudian meminta pertolongan kepada manusia dan mulailah mereka membangun dinding diantara kedua gunung tersebut dengan sangat kokoh dan kuat, sehingga tidak akan ada seorang pun yang dapat menghancurkannya, bahkan ya’juj ma’jud sekalipun.
MAKALAH 3
beriman (mempercayai) dan golongan yang mendustakan para nabi. Misalnya kisah nabi Nuh as., Ibrahim as., Musa as., Harun as, Isa as., Muhammad saw, dan nabinabiserta rasul lainnya.
b) Kisah yang berhubungan dengan masa lalu dan orang-orang yang tidak disebutkan kenabiannya.
Misalnya, kisah orang yang keluar dari kampung halamannya, yang beribu-ribu jumlahnya karena takut mati, kisah Talut dan Jalut, dua orang putera Adam, Ashabul Kahfi, DzulQarnain, Qarun, Ashabus Sabti (orang –orang yang menangkap ikan pada hari sabtu), misalnya Maryam, Ashabul ukhdud, Ashabul Fil dan lain-lain.
c) Kisah yang terjadi pada masa Rasulullah SAW
Seperti perang Badar dan Uhud dalam surah Ali Imran, perang Hunain dan Tabuk dalam surah al_Taubah, perang al-Akhzab, Hijrah, Isra’ dan lain-lain.
Cerita-cerita mengenai para nabi dalam Al-Qur’an bervariasi sesuai dengan kasus, tetapi mereka semua adalah pemberi peringatan yang mendapat perlindungan Allah swt. Kepada para hamba-Nya. Perlindungan ini adalah salah satu elemen dalam narasi yang dipercepat dengan insiden. Contoh Nabi Ibrahim AS diselamatkan dari api yang dilempar kedalamnya oleh umatnya setelah dia menghancurkan patung-patung Q.S.Al Anbiya’ (21): 68-71. Nabi Isa as diselamatkan ketika Allah swt, secara mukjizat menghalanginya dari orang-orang Yahudi dari menyalibnya Q.S. An-Nisa (4): 157.
2. Dilihat dari panjang, pendeknya
Dilihat dari panjang pendeknya, kisah-kisah al-Qur`an dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:
a. Kisah panjang, contohnya kisah nabi Yusuf a.s dalam Q.S. Yusuf (12) yang hampir seluruh ayatnya mengungkapkan kehidupan nabi Yusuf, sejak masa kanak-kanak sampai dewasa dan memiliki kekuasaan.
b. Contoh lainnya adalah kisah nabi Musa a.s dalam Q.S Al-Qashash (28), kisah nabi Nuh a.s dan kaumnya dalam Q.S Nuh (71), dan lain-lain.
c. Kisah yang lebih pendek dari bagian yang pertama (sedang), seperti kisah Maryam dalam Q.S Maryam (19), kisah Ahzab Al-Kahf pada Q.S Al-Kahf (18), kisah nabi Adam a.s dalam Q.S al-Baqarah (2), dan Q.S Taha(20), yang terdiri atas sepuluh atau beberapa belas ayat saja.
d. Kisah pendek yaitu kisah yang jumlahnya kurang dari sepuluh ayat, misalnya kisah nabi Hud a.s nabi Luth a.s dalam Q.S Al-A’raaf (7), kisah nabi Shahih a.s dalam Q.S Hud (110), dan lain-lain.
b) Kisah yang berhubungan dengan masa lalu dan orang-orang yang tidak disebutkan kenabiannya.
Misalnya, kisah orang yang keluar dari kampung halamannya, yang beribu-ribu jumlahnya karena takut mati, kisah Talut dan Jalut, dua orang putera Adam, Ashabul Kahfi, DzulQarnain, Qarun, Ashabus Sabti (orang –orang yang menangkap ikan pada hari sabtu), misalnya Maryam, Ashabul ukhdud, Ashabul Fil dan lain-lain.
c) Kisah yang terjadi pada masa Rasulullah SAW
Seperti perang Badar dan Uhud dalam surah Ali Imran, perang Hunain dan Tabuk dalam surah al_Taubah, perang al-Akhzab, Hijrah, Isra’ dan lain-lain.
Cerita-cerita mengenai para nabi dalam Al-Qur’an bervariasi sesuai dengan kasus, tetapi mereka semua adalah pemberi peringatan yang mendapat perlindungan Allah swt. Kepada para hamba-Nya. Perlindungan ini adalah salah satu elemen dalam narasi yang dipercepat dengan insiden. Contoh Nabi Ibrahim AS diselamatkan dari api yang dilempar kedalamnya oleh umatnya setelah dia menghancurkan patung-patung Q.S.Al Anbiya’ (21): 68-71. Nabi Isa as diselamatkan ketika Allah swt, secara mukjizat menghalanginya dari orang-orang Yahudi dari menyalibnya Q.S. An-Nisa (4): 157.
2. Dilihat dari panjang, pendeknya
Dilihat dari panjang pendeknya, kisah-kisah al-Qur`an dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:
a. Kisah panjang, contohnya kisah nabi Yusuf a.s dalam Q.S. Yusuf (12) yang hampir seluruh ayatnya mengungkapkan kehidupan nabi Yusuf, sejak masa kanak-kanak sampai dewasa dan memiliki kekuasaan.
b. Contoh lainnya adalah kisah nabi Musa a.s dalam Q.S Al-Qashash (28), kisah nabi Nuh a.s dan kaumnya dalam Q.S Nuh (71), dan lain-lain.
c. Kisah yang lebih pendek dari bagian yang pertama (sedang), seperti kisah Maryam dalam Q.S Maryam (19), kisah Ahzab Al-Kahf pada Q.S Al-Kahf (18), kisah nabi Adam a.s dalam Q.S al-Baqarah (2), dan Q.S Taha(20), yang terdiri atas sepuluh atau beberapa belas ayat saja.
d. Kisah pendek yaitu kisah yang jumlahnya kurang dari sepuluh ayat, misalnya kisah nabi Hud a.s nabi Luth a.s dalam Q.S Al-A’raaf (7), kisah nabi Shahih a.s dalam Q.S Hud (110), dan lain-lain.
MAKALAH 2
BAB II. PEMBAHASAN
A. Pengertian
Dari segi bahasa al-qashash berupa bentuk jamak dai kata qishash, yang berarti mengikuti jejak atau menelusuri bekas, atau cerita/kisah.
Dari segi istilah, kisah berarti berita-berita mengenai suatu permasalahan dalam masa-masa yang saling berurut-urut. Qashash Al-Qur’an adalah pemberitaan mengenai ihwal ummat yang telah lalu, nubuwwat (kenabian) yang terdahulu dan peristiwa-peristiwa yang telah terjadi.) (Abdul Jalal, 2000)
Al-Qur’an telah menyebutkan kata qashas dalam beberapa konteks, pemakaian, dan
tashrif (konjungsi) nya: dalam bentuk fi’il madhi, fi’il mudhori’, fi’il amr, dan dalam bentuk mashdar . Menurut bahasa, kata qashash berarti kisah, cerita, berita atau keadaan. kisah sendiri berasal dari kata al-qassu yang berarti mencari atau mengikuti jejak. Sependapat dengan al-Qattan, Imam ar-Raghib al-Isfahani dalam kitab al-Mufradat fi Gharib al-Qur’an juga mengartikan kata “Qashashtu atsarahu” sebagai “Saya mengikuti jejaknya”.
Hasbi Ash Shiddieqy menyatakan bahwa pengertian dari qashash adalah mencari bekasan atau mengikuti bekasan (jejak). Lebih lanjut, beliau juga menerangkan bahwa Lafadz qashash adalah bentuk mashdar yang berarti mencari bekasan atau jejak , dengan memperhatikan ayat-ayat berikut ini: (Hasbi Ash Shiddieqy, 1972)
Ayat 64 surah al-Kahf:
فارتد على أثارهما قصصا (الكهف:64)
Artinya: “Lalu keduanya mengikuti kembali jejak mereka sendiri”
Dalam ayat ini qhashas berarti mengikuti jejak yang sama dengan menelusuri bekas.
Ayat 11 surah al-Qhashash:
وقالت لأخته قُصِّيهِ (القصص:11)
Artinya: “Dan berkatalah Ibu Musa kepada saudari Musa :”Ikutilah Dia”
Ayat 62 surah Ali Imran:
إن هذا لهو القصص الحق (أل عمران: 62)
Artinya: “Sesungguhnya ini adalah cerita yang benar”
Jadi bisa disimpulkan, Qashashul Al-Qur’an ialah kisah-kisah dalam Al-Qur’an yang menceritakan hal ihwal umat-umat dahulu dan nabi-nabi mereka serta peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang. Di dalam Al-Qur’an banyak diceritakan umat-umat dahulu dan sejarah Nabi/ para Rasul serta ihwal negara dan perilaku bangsa-bangsa kaum dahulu. (Shouwi, 1995)
A. Pengertian
Dari segi bahasa al-qashash berupa bentuk jamak dai kata qishash, yang berarti mengikuti jejak atau menelusuri bekas, atau cerita/kisah.
Dari segi istilah, kisah berarti berita-berita mengenai suatu permasalahan dalam masa-masa yang saling berurut-urut. Qashash Al-Qur’an adalah pemberitaan mengenai ihwal ummat yang telah lalu, nubuwwat (kenabian) yang terdahulu dan peristiwa-peristiwa yang telah terjadi.) (Abdul Jalal, 2000)
Al-Qur’an telah menyebutkan kata qashas dalam beberapa konteks, pemakaian, dan
tashrif (konjungsi) nya: dalam bentuk fi’il madhi, fi’il mudhori’, fi’il amr, dan dalam bentuk mashdar . Menurut bahasa, kata qashash berarti kisah, cerita, berita atau keadaan. kisah sendiri berasal dari kata al-qassu yang berarti mencari atau mengikuti jejak. Sependapat dengan al-Qattan, Imam ar-Raghib al-Isfahani dalam kitab al-Mufradat fi Gharib al-Qur’an juga mengartikan kata “Qashashtu atsarahu” sebagai “Saya mengikuti jejaknya”.
Hasbi Ash Shiddieqy menyatakan bahwa pengertian dari qashash adalah mencari bekasan atau mengikuti bekasan (jejak). Lebih lanjut, beliau juga menerangkan bahwa Lafadz qashash adalah bentuk mashdar yang berarti mencari bekasan atau jejak , dengan memperhatikan ayat-ayat berikut ini: (Hasbi Ash Shiddieqy, 1972)
Ayat 64 surah al-Kahf:
فارتد على أثارهما قصصا (الكهف:64)
Artinya: “Lalu keduanya mengikuti kembali jejak mereka sendiri”
Dalam ayat ini qhashas berarti mengikuti jejak yang sama dengan menelusuri bekas.
Ayat 11 surah al-Qhashash:
وقالت لأخته قُصِّيهِ (القصص:11)
Artinya: “Dan berkatalah Ibu Musa kepada saudari Musa :”Ikutilah Dia”
Ayat 62 surah Ali Imran:
إن هذا لهو القصص الحق (أل عمران: 62)
Artinya: “Sesungguhnya ini adalah cerita yang benar”
Jadi bisa disimpulkan, Qashashul Al-Qur’an ialah kisah-kisah dalam Al-Qur’an yang menceritakan hal ihwal umat-umat dahulu dan nabi-nabi mereka serta peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang. Di dalam Al-Qur’an banyak diceritakan umat-umat dahulu dan sejarah Nabi/ para Rasul serta ihwal negara dan perilaku bangsa-bangsa kaum dahulu. (Shouwi, 1995)
MAKALAH 1
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Suatu peristiwa yang terjadi pasti memiliki sebab dan akibatnya. Peristiwa tersebut juga mengandung hikmah dan nasehat-nasehat yang bermanfaat. Penyampaian nasehat memiliki cara-cara tersendiri agar para pendengar mau mendengarnya Apalagi nasehat tersebut dituangkan dalam bentuk kisah yang menggambarkan peristiwa dalam realita kehidupan sehari-hari. Nasehat yang disampai tanpa variasi tidak akan menarik orang untuk mendengarnya, sebab orang akan merasa bosan dengan tutur kata yang sama. Oleh karena itu, perlu seni-seni bahasa dan kesusastraan dalam penyampaian sebuah nasehat. Orang akan terpengaruh dan rasa ingin tahunya lebih besar sesuai dengan seni bahasanya.Al-Quran telah memaparkan kisah-kisah dan cerita-cerita para nabi dan orang-orang terkenal di masanya dengan balaghahnya yang tinggi. Di balik kisah-kisah tersebut tersimpan I’tibar yang patut kita ketahui dan menjadi ibrah berharga untuk kita amalkan. Kisah-kisah tersebut pada hakikatnya memiliki banyak rahasia dan misteri, ayat-ayat tersebut telah mendapatkan perhatian dari para sejarawan dan para peneliti kajian agama. Mereka telah mengambil pengetahuan sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing dari mata air segar itu.
B. Tujuan
Sesuai dengan latar belakang di atas, maka tujuan penulisan makalah ini supaya kita bisa mengambil pengetahuan dan pesan-pesan yang terkandung dalam kisah-kisah Al-Qur’an sebagai pelajaran untuk kita amalkan.
C. Rumusan Masalah
1. Menjelaskan pengertian Qashashul Al- Qur’an.
2. Menjelaskan macam-macam kisah dalam Al-Qur’an.
3. Menjelaskan karakteristik kisah dalam Al-Qur’an.
4. Menjelaskan tujuan kisah-kisah dalam Al-Qur’an.
5. Menjelaskan relevansi kisah dengan sejarah.
A. Latar Belakang
Suatu peristiwa yang terjadi pasti memiliki sebab dan akibatnya. Peristiwa tersebut juga mengandung hikmah dan nasehat-nasehat yang bermanfaat. Penyampaian nasehat memiliki cara-cara tersendiri agar para pendengar mau mendengarnya Apalagi nasehat tersebut dituangkan dalam bentuk kisah yang menggambarkan peristiwa dalam realita kehidupan sehari-hari. Nasehat yang disampai tanpa variasi tidak akan menarik orang untuk mendengarnya, sebab orang akan merasa bosan dengan tutur kata yang sama. Oleh karena itu, perlu seni-seni bahasa dan kesusastraan dalam penyampaian sebuah nasehat. Orang akan terpengaruh dan rasa ingin tahunya lebih besar sesuai dengan seni bahasanya.Al-Quran telah memaparkan kisah-kisah dan cerita-cerita para nabi dan orang-orang terkenal di masanya dengan balaghahnya yang tinggi. Di balik kisah-kisah tersebut tersimpan I’tibar yang patut kita ketahui dan menjadi ibrah berharga untuk kita amalkan. Kisah-kisah tersebut pada hakikatnya memiliki banyak rahasia dan misteri, ayat-ayat tersebut telah mendapatkan perhatian dari para sejarawan dan para peneliti kajian agama. Mereka telah mengambil pengetahuan sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing dari mata air segar itu.
B. Tujuan
Sesuai dengan latar belakang di atas, maka tujuan penulisan makalah ini supaya kita bisa mengambil pengetahuan dan pesan-pesan yang terkandung dalam kisah-kisah Al-Qur’an sebagai pelajaran untuk kita amalkan.
C. Rumusan Masalah
1. Menjelaskan pengertian Qashashul Al- Qur’an.
2. Menjelaskan macam-macam kisah dalam Al-Qur’an.
3. Menjelaskan karakteristik kisah dalam Al-Qur’an.
4. Menjelaskan tujuan kisah-kisah dalam Al-Qur’an.
5. Menjelaskan relevansi kisah dengan sejarah.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP
SATUAN PENDIDIKAN : SMS NEGERI
MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA
KELAS/SEMESTER : XI/2
ALOKASI WAKTU : 4
STANDAR KOMPETENSI :
Mendengarkan :
1. Memahami pembacaan cerpen
A. KOMPOTENSI DASAR :
Menemukan nilai-nilai dalam cerpen yang dibacakan
B. INDIKATOR :
1. Kognitif
a. Produk
Menjelaskan konsep tentang nilai-nilai sebuah cerpen
b. Proses
Mendiskusikan nilai-nilai yang dalam sebuah cerpen
2. Psokomotor
. Menemukan nilai-nilai moral, budaya, dan sosial dalam cerpen
. Mendiskusikan nilai-nilai tersebut
3. Afektif
a. Karakter
. Dapat dipercaya
. Rasa hormat dan perhatian
. Tekun
. tanggung jawab
b. Keterampilan sosial
. Bertanya dan memberi tanggapan dengan bahasa yang baik dan benar
. Menyumbang ide
. Memjadi pembaca dan pendengar yang apresiatif
. Membantu teman yang mengalami kesulitan
C. TUJUAN PEMBELAJARAN :
Kognitif
a. Produk
1) Secara mandiri siswa dapat menjelaskan konsep tentang nilai-nilai yang ada dalam sebuah cerpen
2) Secara mandiri siswa dapat memberikan tanggapan dengn alasan yang logis tentang cerpen yang dibahas
b. Proses
Siswa diberikan lembar kerja yang berisi teks bacaan cerpen yang terdapat dlam LKS. Selanjutnya, siswa diharapkan dapat:
1) Menemukan nilai moral, budaya, dan sosial dalam cerpen
2) Mendiskusikan nilai-nilai tersebut
c. Psikomotor
. Memberi tanggapan dengan alasan yang logis, terhadap pembacaan cerpen dan ringkasan isi bacaan yang didengar/ disaksikan
. Membacakan hasil ringkasan yang disediakan dalam LKS.
Afektif
a. Karakter
Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dengan memperlihatkan kemajuan dalam berperilaku seperti, dapat dipercaya, rasa hormat dan perhatian, dan tanggung jawab
b. Keterampilan sosial
Siswa terlibat dalam pembelajaran dengan memperlihatkan kemajuan dalam keterampilan dalam menentukan nilai-nilai moral, budaya, dan sosial dalam sebuah cerpen, dan bertanya dengan bahasa yang baik dan benar, menyumbang ide, dan membantu teman yang mengalami kesulitan
D. MATERI PEMBELAJARAN
. Cerpen yang dibacakan
. Nilai-nilai ( moral, budaya, sosial,agama)
E. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
. Model pembelajaran : Demonstrasii
. Metode pembelajaran : Diskusi, penugasan, unjuk kerja
F. PENILAIAN
Indikator Indikator soal Tehnik Bentuk Instrumen
1. Menemukan nilai moral, budaya, dan sosial dalam cerpen
2. Mendiskusikan nilai-nilai tersebut
. Disajikan cerpen siswa diharapkan mampu menemukan nilai-nilai(moral, budaya,sosial, dan agama)
. Disajikan cerpen siswa diharapkan mampu mendiskusikan nilai-nilai yang ada dalam sebuah cerpen tersebut . Tes penugasan
. Diskusi
. Unjuk kerja Tes tulis SEtelah mendengarkan pembacaan cerpen, siswa dapat menentukan nilia-nilai moral,budaya, dan sosial dalam cerpen
. Dapat mendiskusikannilai-nilai tersebut
G. MEDIA, ALAT, BAHAN
Lembar Kerja Siswa, Kertas HVS, Spidol
H. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
No Kegiatan
A. Kegiatan Awal (+ 15 menit)
Apersepsi:
1. Motivasi siswa
2. Apersepsi dengan menggali pengalaman siswa tentang pembacaan cerpen dan ringkasan isi cerpen yang pernah dipelajari untuk menentukan nilai moral, budaya,dan sosial dlm cerpen
3. Menjelaskan kompetensi dan indicator yang akan dicapai
4. Mengemukakan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan
B. Kegiatan Inti (+ 55 menit)
Tahap 1.
1. Siswa duduk dalam kelompok-kelompok kecil/ mandiri yang terdiri atas perorang/beberapa orang anggota
2. Siswa membaca teks bacaan yang disiapkan guru dalam LKS
3. Siswa menganalisis/berdiskusi dalam kelompok untuk membahas mengenai nilai-nilai moral, budaya, dan sosial dalam cerpen
4. Siswa secara mandiri/berdiskusi dalam kelompok untuk menjelaskan mengenai nilai-nilain moral, budaya, dan sosial dan ringkasan dalam cerpen yang telah dikerjakan
Taahap 2.
5. Siswa berdiskusi menyimpulkan mengenai nilai-nilai moral, budaya, sosial yang ada dalam cerpen dengan menerapkan prinsip saling menyumbang ide,siswa juga mmenunjuhkan sikap sebagai pendengar yang apresiatif ketika kelompok lain menyumbangkan idenya.
6. Setiap kelompok secara bergiliran mempresentasikan hasil kerja mandiri/kelompok didepan kelompok lain untuk ditanggapi dan didiskusikan.
C. Kegiatan Akhir (+ 10)
7. Bersama-sama dengan peserta didik/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan mengenai pelajaran yang telah didiskusikan
8. Melakukan penilaian /refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram
9. Memberikan umpan balik yterhadap proses dan hasil pembelajaran
10. Guru memberikan penghargaan terhadap hhasil belajar siswa
11. Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran, program pengayaan, atau memberikan tugas baik tugas individu maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.
Minggu, 20 Mei 2012
perjuangan hidup
“HIDUP ini perjuagan,” kata-kata yang sering diungkapkan Mas Hadi Supraitno ketika sedang berdagang . Mas hadi supriatno adalah seorang pedangang baso tahu. Lelaki lima puluh lima tahun tersebut, ia berasal dari kota Yogyakarta dan datang ke kota Bandung pada tahun 1990 sampai sekarang ia mempuyai istri dan empat orang anak, ia datang ke Bandung ini bertujuan mencari nafkah untuk keluarganya, biasanya Mas Hadi Supraintno memulai aktivitas berjualan pada pukul 16.00 WIB, sampai dengan pukul 22.00 WIB, setiap harinya ia membawa baso tahu sebanyak 400 biji baso. Ia menjual baso perbiji harganya Rp.500.
Begitu akrab denganku, tepatnya ia berdagang dekat rumahku. Dan aku langganan membeli baso tahunya. Begitulah lelaki yang suka memakai topi dan berbadan kekar.
Susah memang hidup di Indonesia kata Mas Hadi Supraitno. Sambil memegang pisau dan garpuh, dengan mimik muka yang kusut dan semeraut, tibatiba ia bertanya, seperti orang yang sedang menagih hutang kepadaku, akupun kaget tak biasanya Mas Hadi Supraitno seperti ini.“Kau tahu kan,? Tanya aku.Nanti sembilan april kita akan memilih calon legeslatif.
“Oya tahu , emangnya kenapa, Mas?“Susah” Jawab Mas.Susah kenapa? Tanya aku ’’Pusing untuk memilih calon legeslatif pada jaman sekarang yang tidak tahu latar belakangnya sama sekali. Bayangkan misalnya, kalau kita memilih caleg yang tidak tahu latar belakangya, karakteristik orang tersebut, gimana mau bener nanti kedepanya buat memakmurkan dan mensejahterakan rakyat Indonesia.
Lihat saja sekarang caleg-caleg dari perwakilan partai berkampanye untuk memperebutkan kursi di DPR. Mereka berkorban turun ke jalan untuk memperoleh simpati dari rakyat sampai-sampai ada caleg dari salah satu partai yang rela mengorbankan harga dirinya dalam berkampanye dengan memakai baju super hero.Apa kampanye ini sebuah lulucon belaka atau hiburan semata?“iyah sih,” tanya aku.Tak lama kemudian terdengar suara “keriuk-keriuk” dalam perutku. Lalu akupun memesan sepiring baso tahu kepada Mas Supraitno, sambil makan baso tahu kita pun meneruskan pembicaraan yang sebentar terhenti. Aku pun meneruskan dan melontarkan pertanyaan kepada si Mas.“Masssss…..!
Jika mas menjadi caleg apa yang akan Mas perbuat terhadap Bangsa dan Negara ini?
Si Mas pun sekedar menjawab dengan sebuah senyuman yang manis,
ahhhh…… kamu mah becanda saja, Tanya aku si mas menjawab, modal darimana buat jadi caleg sekolah juga gag tamat.” Hahahahaha”.“si Mas menjawab” Misalnya Jika saya menjadi caleg, saya akan memberikan yang terbaik buat Bangsa dan Negara misalnya dengan menambah modal kepada masyarakat kecil, menyediakan lapangan kerja, mendengar keluhan masyarakat yang tidak mampu, mengesahkan masyarakat berdikari berdagang, pendidikan gratis dan paling utama kunci keberhasilan Indonesia adalah saat negara ini dapat menghapuskan budaya korupsi yan sudah mengakar selama puluhan tahun sejak Indonesia merdeka.“Woo.begitu yah. tanya aku Ia lantas bercerita.
Sebagai contoh pemimpin Indonesia yang saya kagumi yaitu bapak Presiden pertama Indonesia, kendati Soekarno telah tiada, ajaran-ajaranya tetap saja menghantui ingatan seseorang. Misalnya ajaranya yaitu Soekarno tidak dapat dipisahkan dengan rakyat Marhaenisme. Marhaenisme adalah pergaulan hidup yang sebagaian besar adalah terdiri dari kaum kecil. Jadi misalnya saya menjadi caleg nanti saya akan mnerapkan contoh ajaran-ajaran Soekarno.Kini, perutku sudah kenyang “ semoga kita bertemu kembali lagi. Dan bukan di tempat ini harapnya”Biasanya orang singgah ke restoran ingin mencari makanan enak, mereka ingin mengenyangkan perut yang lapar dengan menyantap hidangan yang tersedia. Namun demikian, pengunjung sekarang mulai datang ke restoran dengan tujuan lebih variatif. Mereka ke restoran tak lagi sekedar mengenyangkan perut tapi juga berusaha “mengenyangkan” mata.Di tengah hiruk pikuk bisnis restoran, ada sebagian orang yang menjadikan pergi ke tempat makan sebagai gaya hidup. Para pebisnis makanan pun rupanya jeli dengan adanya kalangan tertentu ini.Pengusaha restorans tak lagi sekedar menyediakan menu makanan enak bagi pengunjung. Akan tetapi menyediakan fasilitas lain seperti arena untuk bernyanyi, panggung hiburan yang menampilkan acara live music. Hingga menggelar program-program acara tertentu yang diadakan sewaktu-waktu untuk menghibur pengunjung.
Dengan adanya inovasi tadi maka jumlah pengunjung pun dapat terdongkrak. Sehingga roda usaha bisnis restoran terus bergerak.Salah satu cara agar pengunjung mendapatkan sesuatu yang baru ialah dengan mendesain inding restoran agak berbeda misalnya dengan memajang berbagai lukisan di dinding restoran.Memajang lukisan sebagai salah satu bagian dari interior restoran, kini menjadi tren baru beberapa restoran. Kalau dulu untuk menikmati sebuah karya seni orang perlu mengunjungi sebuah galeri lukisan, sekarang seiring dengan perubahan zaman, cukup datang ke restoran, duduk santai dan rileks orang bisa enjoy menikmati karya seni.Ternyata adanya restoran yang mengakomodasi karya seniman lokal menjadi inspirasi bagi banyak seniman melakukan pameran lukisan di restoran. Hanya itu dilakukan sebagai penyegaran sekaligus mencari suasana baru, keuntungan dinding restoran dihiasi dengan lukisan, kalau sudah bosan bisa diganti.
Begitu akrab denganku, tepatnya ia berdagang dekat rumahku. Dan aku langganan membeli baso tahunya. Begitulah lelaki yang suka memakai topi dan berbadan kekar.
Susah memang hidup di Indonesia kata Mas Hadi Supraitno. Sambil memegang pisau dan garpuh, dengan mimik muka yang kusut dan semeraut, tibatiba ia bertanya, seperti orang yang sedang menagih hutang kepadaku, akupun kaget tak biasanya Mas Hadi Supraitno seperti ini.“Kau tahu kan,? Tanya aku.Nanti sembilan april kita akan memilih calon legeslatif.
“Oya tahu , emangnya kenapa, Mas?“Susah” Jawab Mas.Susah kenapa? Tanya aku ’’Pusing untuk memilih calon legeslatif pada jaman sekarang yang tidak tahu latar belakangnya sama sekali. Bayangkan misalnya, kalau kita memilih caleg yang tidak tahu latar belakangya, karakteristik orang tersebut, gimana mau bener nanti kedepanya buat memakmurkan dan mensejahterakan rakyat Indonesia.
Lihat saja sekarang caleg-caleg dari perwakilan partai berkampanye untuk memperebutkan kursi di DPR. Mereka berkorban turun ke jalan untuk memperoleh simpati dari rakyat sampai-sampai ada caleg dari salah satu partai yang rela mengorbankan harga dirinya dalam berkampanye dengan memakai baju super hero.Apa kampanye ini sebuah lulucon belaka atau hiburan semata?“iyah sih,” tanya aku.Tak lama kemudian terdengar suara “keriuk-keriuk” dalam perutku. Lalu akupun memesan sepiring baso tahu kepada Mas Supraitno, sambil makan baso tahu kita pun meneruskan pembicaraan yang sebentar terhenti. Aku pun meneruskan dan melontarkan pertanyaan kepada si Mas.“Masssss…..!
Jika mas menjadi caleg apa yang akan Mas perbuat terhadap Bangsa dan Negara ini?
Si Mas pun sekedar menjawab dengan sebuah senyuman yang manis,
ahhhh…… kamu mah becanda saja, Tanya aku si mas menjawab, modal darimana buat jadi caleg sekolah juga gag tamat.” Hahahahaha”.“si Mas menjawab” Misalnya Jika saya menjadi caleg, saya akan memberikan yang terbaik buat Bangsa dan Negara misalnya dengan menambah modal kepada masyarakat kecil, menyediakan lapangan kerja, mendengar keluhan masyarakat yang tidak mampu, mengesahkan masyarakat berdikari berdagang, pendidikan gratis dan paling utama kunci keberhasilan Indonesia adalah saat negara ini dapat menghapuskan budaya korupsi yan sudah mengakar selama puluhan tahun sejak Indonesia merdeka.“Woo.begitu yah. tanya aku Ia lantas bercerita.
Sebagai contoh pemimpin Indonesia yang saya kagumi yaitu bapak Presiden pertama Indonesia, kendati Soekarno telah tiada, ajaran-ajaranya tetap saja menghantui ingatan seseorang. Misalnya ajaranya yaitu Soekarno tidak dapat dipisahkan dengan rakyat Marhaenisme. Marhaenisme adalah pergaulan hidup yang sebagaian besar adalah terdiri dari kaum kecil. Jadi misalnya saya menjadi caleg nanti saya akan mnerapkan contoh ajaran-ajaran Soekarno.Kini, perutku sudah kenyang “ semoga kita bertemu kembali lagi. Dan bukan di tempat ini harapnya”Biasanya orang singgah ke restoran ingin mencari makanan enak, mereka ingin mengenyangkan perut yang lapar dengan menyantap hidangan yang tersedia. Namun demikian, pengunjung sekarang mulai datang ke restoran dengan tujuan lebih variatif. Mereka ke restoran tak lagi sekedar mengenyangkan perut tapi juga berusaha “mengenyangkan” mata.Di tengah hiruk pikuk bisnis restoran, ada sebagian orang yang menjadikan pergi ke tempat makan sebagai gaya hidup. Para pebisnis makanan pun rupanya jeli dengan adanya kalangan tertentu ini.Pengusaha restorans tak lagi sekedar menyediakan menu makanan enak bagi pengunjung. Akan tetapi menyediakan fasilitas lain seperti arena untuk bernyanyi, panggung hiburan yang menampilkan acara live music. Hingga menggelar program-program acara tertentu yang diadakan sewaktu-waktu untuk menghibur pengunjung.
Dengan adanya inovasi tadi maka jumlah pengunjung pun dapat terdongkrak. Sehingga roda usaha bisnis restoran terus bergerak.Salah satu cara agar pengunjung mendapatkan sesuatu yang baru ialah dengan mendesain inding restoran agak berbeda misalnya dengan memajang berbagai lukisan di dinding restoran.Memajang lukisan sebagai salah satu bagian dari interior restoran, kini menjadi tren baru beberapa restoran. Kalau dulu untuk menikmati sebuah karya seni orang perlu mengunjungi sebuah galeri lukisan, sekarang seiring dengan perubahan zaman, cukup datang ke restoran, duduk santai dan rileks orang bisa enjoy menikmati karya seni.Ternyata adanya restoran yang mengakomodasi karya seniman lokal menjadi inspirasi bagi banyak seniman melakukan pameran lukisan di restoran. Hanya itu dilakukan sebagai penyegaran sekaligus mencari suasana baru, keuntungan dinding restoran dihiasi dengan lukisan, kalau sudah bosan bisa diganti.
Langganan:
Postingan (Atom)